Minggu, 15 Mei 2011

Teori Kepemimpinan dan Tipe Kepemimpinan

PENDAHULUAN

Dalam isi blog yang saya buat kali ini saya akan menerangkan tentang teori dan beberapa tipe kepemimpinan seperti kepemimpinan pribadi, non pribadi dan masih banyak lagi yang akan saya terangkan karena pemimpin merupakan suatu pengatur setiap sekelompok orang.

ISI

Teori Kepemimpinan:
Kepemimpinan berasal dari kata pimpin yang memuat dua hal pokok yaitu:
pemimpin sebagai subjek, dan yang dipimpin sebagai objek.Kata pimpin mengandung pengertian mengarahkan, membina atau mengatur, menuntun dan juga menunjukkan ataupun mempengaruhi. Pemimpin mempunyai tanggung jawab baik secara fisik maupun spiritual terhadap keberhasilan aktivitas kerja dari yang dipimpin, sehingga menjadi pemimpin itu tidak mudah dan tidak akan setiap orang mempunyai kesamaan di dalam menjalankan ke-pemimpinannya.

Tipe Kepemimpinan

Dalam setiap realitasnya bahwa pemimpin dalam melaksanakan proses kepemimpinannya terjadi adanya suatu permbedaan antara pemimpin yang satu dengan yang lainnya, hal ini sebagaimana menurut G. R. Terry yang dikutif Maman Ukas, bahwa pendapatnya membagi tipe-tipe kepemimpinan menjadi 6, yaitu :

1. Tipe kepemimpinan pribadi (personal leadership). Dalam system kepemimpinan ini, segala sesuatu tindakan itu dilakukan dengan mengadakan kontak pribadi. Petunjuk itu dilakukan secara lisan atau langsung dilakukan secara pribadi oleh pemimpin yang bersangkutan.

2. Tipe kepemimpinan non pribadi (non personal leadership). Segala sesuatu kebijaksanaan yang dilaksanakan melalui bawahan-bawahan atau media non pribadi baik rencana atau perintah juga pengawasan.

3. Tipe kepemimpinan otoriter (autoritotian leadership). Pemimpin otoriter biasanya bekerja keras, sungguh-sungguh, teliti dan tertib. Ia bekerja menurut peraturan- peraturan yang berlaku secara ketat dan instruksi-instruksinya harus ditaati.

4. Tipe kepemimpinan demokratis (democratis leadership). Pemimpin yang demokratis menganggap dirinya sebagai bagian dari kelompoknya dan bersama-sama dengan kelompoknya berusaha bertanggung jawab tentang terlaksananya tujuan bersama. Agar setiap anggota turut bertanggung jawab, maka seluruh anggota ikut serta dalam segala kegiatan, perencanaan, penyelenggaraan, pengawasan, dan penilaian. Setiap anggota dianggap sebagai potensi yang berharga dalam usahan pencapaian tujuan.

5. Tipe kepemimpinan paternalistis (paternalistis leadership). Kepemimpinan ini dicirikan oleh suatu pengaruh yang bersifat kebapakan dalam hubungan pemimpin dan kelompok. Tujuannya adalah untuk melindungi dan untuk memberikan arah seperti halnya seorang bapak kepada anaknya.

6. Tipe kepemimpinan menurut bakat (indogenious leadership). Biasanya timbul dari kelompok orang-orang yang informal di mana mungkin mereka berlatih dengan adanya system kompetisi, sehingga bisa menimbulkan klik-klik dari kelompok yang bersangkutan dan biasanya akan muncul pemimpin yang mempunyai kelemahan di antara yang ada dalam kelempok tersebut menurut bidang keahliannya di mana ia ikur berkecimpung.

PENUTUP

Dari bacaan diatas kita bisa mengambil kesimpulan bahawa adanya seorag pemimpin merupakan suatu yang paling utama dalam setiap kelompok atau berbagai macam orang yang berkumpul, karena tanpa pemimpin suatu kelompok akan mudah hancur atau terpecah belah tanpa adanya yang mau mengalah dan patuh kepada setiap anggota kelompoknya.

DAFTAR PUSTAKA

www.google.com

Selasa, 05 April 2011

DINAMIKA ORGANISASI

PENDAHULUAN

Sekarang ini saya akan menjelaskan tentang dinamika organisasi yang didalamnya terdiri dari konflik organisasi, sumber-sumber konflik, strategi penyelesaian koflik dan motivasi, contoh konflik organisasi yang saya akan jeaskan seperti pengertian dari konflik dan beberapa cirri-ciri konflik dalam organisasi.

ISI

Konflik Organisasi

Konflik Organisasi (organizational conflict) adalah perbedaan pendapat atau pertentangan antara dua atau lebih individu-individu atau kelompok-kelompok atau unit-unit kerja dalam organisasi yang timbul karena adanya kenyataan bahwa mereka harus membagi sumber daya yang terbatas dalam aktivitas kerja dan kenyataan bahwa mereka memiliki tujuan, nilai, persepsi, dan interes yang berbeda.
Untuk mencapai tujuan organisasi, tidak jarang terjadi perbedaan persepsi atau pandangan di antara individu atau di antara kelompok individu dalam menerjemahkan misi organisasi sehingga menimbulkan konflik
Konflik dalam organisasi ditandai dengan ciri-ciri;
1) terdapat perbedaan pendapat / petentangan antara individu atau kelompok,
2) terdapat perselisihan dalam mencapai tujuan disebabkan adanya perbedaan persepsi
dalam menafsirkan program organisasi,
3) terdapat pertentangan norma dan nilai-nilai individu atau kelompok,
4) adanya pertentangan sebagai akibat munculnya gagasan – gagasan baru dalam
mencapai tujuan organisasi secara efektif.
5) adanya sikap dan prilaku saling menghalangi pihak lain untuk memperoleh
kemenangan dalam memperebutkan sumber daya organisasi yang terbatas.

Sumber-sumber Konflik

Sumber-sumber yang menjadikan konflik tersebut muncul, secara umum biasanya terjadi karena hal dibawah ini:
1. Adanya aspirasi yang tidak ditampung.
2. Saling ketergantungan tugas.3. Ketergantungan satu arah.
4. Ketidakpuasan, perasaan ketidakadilan.
5. Distorsi komunikasi.
6. Tidak ada pedoman.
7. Aturan yang kurang jelas.
8. Kurang transparannya beberapa hal.

Strategi Penyelesaian Konflik

1) Menghindar
Menghindari konflik dapat dilakukan jika isu atau masalah yang memicu konflik tidak terlalu penting atau jika potensi konfrontasinya tidak seimbang dengan akibat yang akan ditimbulkannya. Penghindaran merupakan strategi yang memungkinkan pihak-pihak yang berkonfrontasi untuk menenangkan diri. Manajer perawat yang terlibat didalam konflik dapat menepiskan isu dengan mengatakan “Biarlah kedua pihak mengambil waktu untuk
memikirkan hal ini dan menentukan tanggal untuk melakukan diskusi”
2) Mengakomodasi
Memberi kesempatan pada orang lain untuk mengatur strategi pemecahan masalah, khususnya apabila isu tersebut penting bagi orang lain. Hal ini memungkinkan timbulnya kerjasama dengan memberi kesempatan pada mereka untuk membuat keputusan. Perawat yang menjadi bagian dalam konflik dapat mengakomodasikan pihak lain dengan menempatkan kebutuhan pihak lain di tempat yang pertama.
3) Kompetisi
Gunakan metode ini jika kita percaya bahwa kita memiliki lebih banyak informasi dan keahlian yang lebih dibanding yang lainnya atau ketika kita tidak ingin
mengkompromikan nilai-nilai kita. Metode ini mungkin bisa memicu konflik tetapi bisa jadi merupakan metode yang penting untuk alasan-alasan keamanan.
4) Kompromi atau Negosiasi
Masing-masing memberikan dan menawarkan sesuatu pada waktu yang bersamaan, saling memberi dan menerima, serta meminimalkan kekurangan semua pihak yang dapat menguntungkan semua pihak.
5) Memecahkan Masalah atau Kolaborasi
Pemecahan sama-sama menang dimana individu yang terlibat mempunyai tujuan kerja yang sama. Perlu adanya satu komitmen dari semua pihak yang terlibat untuk saling mendukung dan saling memperhatikan satu sama lainnya.

Motivasi

Motivasi secara umum sering diartikan sebagai sesuatu yang ada pada diri seseorang yang dapat mendorong, mengaktifkan, menggerakkan dan mengarahkan perilaku seseorang. Dengan kata lain motivasi itu ada dalam diri seseorang dalam wujud niat, harapan, keinginan dan tujuan yang ingin dicapai.
Seberapa kuat motivasi yang dimiliki individu akan banyak menentukan terhadap kualitas perilaku yang ditampilkannya, baik dalam konteks belajar, bekerja maupun dalam kehidupan lainnya. Dalam konteks studi psikologi, Abin Syamsuddin Makmun (2003) mengemukakan bahwa untuk memahami motivasi individu dapat dilihat dari beberapa indikator, diantaranya:
(1) durasi kegiatan;
(2) frekuensi kegiatan;
(3) persistensi pada kegiatan;
(4) ketabahan, keuletan dan kemampuan dalam mengahadapi rintangan dan kesulitan;
(5) devosi dan pengorbanan untuk mencapai tujuan;
(6) tingkat aspirasi yang hendak dicapai dengan kegiatan yang dilakukan;
(7) tingkat kualifikasi prestasi yang dicapai dari kegiatan yang dilakukan;
(8) arah sikap terhadap sasaran kegiatan.

PENUTUP

Seperti yang saya jelaskan tentang dinamika organisasi yang didalamnya ada strategi penyelesaian konflik yang menerangkan untuk menghindar, mengakomodasi, kompetisi, kompromi atau negosiasi dan memecahkan masalah dengan hal-hal seperti itu kita mungkin bisa memperkecil konflik yang akan terjadi di dalam suatu organisasi dan bisa menjaga kolaborasi antar individu.

DAFTAR PUSTAKA

www.google.com

http://id.wikipedia.org

Rabu, 30 Maret 2011

Tipe,Bentuk,Struktur atau Skema Organisasi

Pendahuluan

Yang saya akan tereangkan saat ini adalah tentang tipe bentuk dan struktur atau skema organisasi, dalam organisasi , ada bermacam -macam bentuk organisasi baik bersifat organisasi kemasyarakatan selain itu juga ada bentuk-bentuk organisasi seperti piramida mendatar, piramida terbalik dan juga bentuk kerucut.

Isi

Type dan bentuk organisasi

Dalam organisasi , ada bermacam -macam bentuk organisasi baik bersifat organisasi kemasyarakatan , atau organisasi partai politik.Bahkan dalam pemerintahan di katakan organisasi beskala nasional.karena organisasi itu terdiri dari anggota dan pengurus.Di dalam bentuk organisasi dapat kita bedakan sebagai berikut:

1. Piramida Mendatar(flat)

menpuanyai ciri-ciri diantaranya :

  • Jumlah satuan organisasi tidak banyak sehingga tingkat-tingkat hararki kewenangan sedikit.
  • jumlah pekerja(bawahan) yang harus dikendalikan cukup banyak
  • Format jabatan untuk tingkat pimpinan sedikit karena jumlah pimpinan relatif kecil,di negara kita bisa kita lihat misal nya organisasi kemiliteran.

2. Piramida Terbalik.
Organisasi piramida terbalik adalah kebalikan dari tipe piramida terbalik adalah jumlah jabatan pimpinan lebih besar daripada jumlah pekerja. Organisasi ini hanya cocok untuk organisasi-organisasi yang pengangkatan pegawainya berdasarkan atas jabatan fungsional seperti organisasi-organisasi/ lembaga-lembaga penelitian, lembaga-lembaga pendidikan.

3. Type Kerucut
Type organisasi kerucut mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

  • Jumlah satuan organisasi banyak sehingga tingkat-tingkat hirarki/kewenangan banyak.
  • Rentang kendali sempit.
  • Pelimpahan wewenang dan tanggung jawab kepada penjabat/pimpinan yang bawah/rendah
  • Jarak antara pimpinan tingkat atas dengan pimpinan tingkat bawah terlalu jauh.
  • Jumlah informasi jabatan cukup besar.

Bentuk Organisasi
1. Bentuk Organisasi Staff
2. Bentuk Organisasi Lini
3. Bentuk Organisasi Fungsional
4. Bentuk Organisasi Fungsional & Lini
5. Bentuk Organisasi Fungsional & Staff
6. Bentuk Organisasi Lini &Staff Struktur atau Skema Organisasi

Stuktur Organisasi

Struktur organisasi pada dasarnya merupakan desain organisasi dimana manajer melakukan alokasi sumber daya organisasi, terutama yang terkait dengan pembagian kerja dan sumber daya yang dimiliki organisasi, serta bagaimana keseluruhan kerja tersebut dapat dikordinasikan dan dikomunikasikan.

Skema atau bagan organisasi adalah suatu lukisan yang dimaksudkan untuk menggambarkan susunan organisasi baik mengenai fungsi, bidang, tingkatan maupun rentang kendalinya.

Macam-macam Skema Organisasi:

  1. Berdasarkan teknik atau cara membuatnya:
    1. Skema organisasi Tegak Lurus dari atas kebawah
    2. Skema organisasi Mendatar dari kiri kekanan
    3. Skema organisasi gabungan Tegak Lurus dan Mendatar
    4. Skema Organisasi Lingkaran
    5. Skema Organisasi Gambar
  2. Berdasarkan isi atau fungsi didalamnya:
    1. Skema Organisasi Fungsional:
      Menjelaskan tentang letak dari fungsi-fungsi tugas dalam hubungannya dengan fungsi-funsi yang lain.
    2. Skema Organisasi Jabatan
      Menjelaskan tentang garis wewenang yang harus dianut sesuai dengan jabatan masing-masing.
    3. Skema Organisasi Nama
      Menjelaskan tentang garis wewenang yang harus dianut sesuai dengan nama-nama para pejabat yang bersangkutan.
    4. Skema Organisasi Nama dan Jabatan
      Menggabungkan antara masing-masing jabatan dengan masing-masing nama para pejabat dalam suatu organisasi.
    5. Skema Organisasi Struktur
      Menjelaskan tingkatan jenjang antara unit-unit dalam organisasi tersebut.

Penutup

Dari bacaan diatas kita bisa simpulkan bahwa ada berbagai macam tipe bentuk dan struktur organsisasi yang ada pada setiap organisasi-organisasi yang dibentuk tergantung keinginan yang disetujui oleh setiap anggota yang ada di dalam organisasi yang ingin di buat, dan kita juga bisa mengetahui berbagai macam skema organisasi seperti teknik atau cara membuatnya dan juga isi atau fungsi didalamnya.

Daftar Pustaka

www.google.com

http://id.wikipedia.org

Tipe,Bentuk,Struktur atau Skema Organisasi

Pendahuluan

Yang saya akan tereangkan saat ini adalah tentang tipe bentuk dan struktur atau skema organisasi, dalam organisasi , ada bermacam -macam bentuk organisasi baik bersifat organisasi kemasyarakatan selain itu juga ada bentuk-bentuk organisasi seperti piramida mendatar, piramida terbalik dan juga bentuk kerucut.

Isi

Type dan bentuk organisasi

Dalam organisasi , ada bermacam -macam bentuk organisasi baik bersifat organisasi kemasyarakatan , atau organisasi partai politik.Bahkan dalam pemerintahan di katakan organisasi beskala nasional.karena organisasi itu terdiri dari anggota dan pengurus.Di dalam bentuk organisasi dapat kita bedakan sebagai berikut:

1. Piramida Mendatar(flat)

menpuanyai ciri-ciri diantaranya :

  • Jumlah satuan organisasi tidak banyak sehingga tingkat-tingkat hararki kewenangan sedikit.
  • jumlah pekerja(bawahan) yang harus dikendalikan cukup banyak
  • Format jabatan untuk tingkat pimpinan sedikit karena jumlah pimpinan relatif kecil,di negara kita bisa kita lihat misal nya organisasi kemiliteran.

2. Piramida Terbalik.
Organisasi piramida terbalik adalah kebalikan dari tipe piramida terbalik adalah jumlah jabatan pimpinan lebih besar daripada jumlah pekerja. Organisasi ini hanya cocok untuk organisasi-organisasi yang pengangkatan pegawainya berdasarkan atas jabatan fungsional seperti organisasi-organisasi/ lembaga-lembaga penelitian, lembaga-lembaga pendidikan.

3. Type Kerucut
Type organisasi kerucut mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

  • Jumlah satuan organisasi banyak sehingga tingkat-tingkat hirarki/kewenangan banyak.
  • Rentang kendali sempit.
  • Pelimpahan wewenang dan tanggung jawab kepada penjabat/pimpinan yang bawah/rendah
  • Jarak antara pimpinan tingkat atas dengan pimpinan tingkat bawah terlalu jauh.
  • Jumlah informasi jabatan cukup besar.

Bentuk Organisasi
1. Bentuk Organisasi Staff
2. Bentuk Organisasi Lini
3. Bentuk Organisasi Fungsional
4. Bentuk Organisasi Fungsional & Lini
5. Bentuk Organisasi Fungsional & Staff
6. Bentuk Organisasi Lini &Staff Struktur atau Skema Organisasi

Stuktur Organisasi

Struktur organisasi pada dasarnya merupakan desain organisasi dimana manajer melakukan alokasi sumber daya organisasi, terutama yang terkait dengan pembagian kerja dan sumber daya yang dimiliki organisasi, serta bagaimana keseluruhan kerja tersebut dapat dikordinasikan dan dikomunikasikan.

Skema atau bagan organisasi adalah suatu lukisan yang dimaksudkan untuk menggambarkan susunan organisasi baik mengenai fungsi, bidang, tingkatan maupun rentang kendalinya.

Macam-macam Skema Organisasi:

  1. Berdasarkan teknik atau cara membuatnya:
    1. Skema organisasi Tegak Lurus dari atas kebawah
    2. Skema organisasi Mendatar dari kiri kekanan
    3. Skema organisasi gabungan Tegak Lurus dan Mendatar
    4. Skema Organisasi Lingkaran
    5. Skema Organisasi Gambar
  2. Berdasarkan isi atau fungsi didalamnya:
    1. Skema Organisasi Fungsional:
      Menjelaskan tentang letak dari fungsi-fungsi tugas dalam hubungannya dengan fungsi-funsi yang lain.
    2. Skema Organisasi Jabatan
      Menjelaskan tentang garis wewenang yang harus dianut sesuai dengan jabatan masing-masing.
    3. Skema Organisasi Nama
      Menjelaskan tentang garis wewenang yang harus dianut sesuai dengan nama-nama para pejabat yang bersangkutan.
    4. Skema Organisasi Nama dan Jabatan
      Menggabungkan antara masing-masing jabatan dengan masing-masing nama para pejabat dalam suatu organisasi.
    5. Skema Organisasi Struktur
      Menjelaskan tingkatan jenjang antara unit-unit dalam organisasi tersebut.

Penutup

Dari bacaan diatas kita bisa simpulkan bahwa ada berbagai macam tipe bentuk dan struktur organsisasi yang ada pada setiap organisasi-organisasi yang dibentuk tergantung keinginan yang disetujui oleh setiap anggota yang ada di dalam organisasi yang ingin di buat, dan kita juga bisa mengetahui berbagai macam skema organisasi seperti teknik atau cara membuatnya dan juga isi atau fungsi didalamnya.

Daftar Pustaka

www.google.com

http://id.wikipedia.org